Home Info Oknum MABA STIKOM Pakai Atribut Separatis Saat Ospek

Oknum MABA STIKOM Pakai Atribut Separatis Saat Ospek

124

JAYAPURA, INFOWESTPAPUA.COM– 24 mahasiswa baru tertangkap menggunakan atribut separatis saat OSPEK di STIKOM Muhammadiyah, Distrik Abepura, Jayapura, Selasa (28/8/2018). Aksi penggunaan identitas separatis oleh beberapa oknum mahasiswa baru memperlihatkan bagaimana gerakan separatis memanfaatkan anak muda sebagai propaganda Papua Merdeka. Mawas diri perlu ditingkatkan mengingat grup separatis menargetkan anak muda, calon pemimpin bangsa di masa depan.

Penggunaan tas noken bercorak Bintang Kejora terjadi di ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Penggunaan corak bintang kejora yang identik dengan organisasi separatis lantas membuat Kepolisian Resort Jayapura Kota turun tangan dan mendatangi kampus Stikom Muhammadiyah di Distrik Abepura.

Kepolisian kemudian mengamankan 4 orang dari BEM dan Panitia Ospek Stikom guna dimintai keterangan. “Simbol tersebut beredar di media sosial dalam kegiatan kampus STIKOM, saat dilakukan langkah-langkah kepolisian oleh Polsek Abepura yang langsung turun ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIT, memang benar didapati 24 mahasiswa yang menggunakan Noken bercorak Bintang Kejora dalam giat pengenalan kampus itu,” ungkap Kapolres Gustav R Urbinas kepada wartawan di Mapolres Jayapura Kota, Selasa (28/8).

Pada saat pengecekan Kapolres Gustav R Urbinas membenarkan adanya penggunaan simbol bercorak Bintang Kejora tersebut di kampus. “Hingga sekarang kita sudah amankan barang buktinya. Ketua BEM dan tiga panitia ospek saat ini masih dimintai keterangannya oleh Kasat Reskrim AKP Sugeng Ade Wijaya, Kita klarifikasi dulu dan kaji lebih lanjut,” tegasnya.

Kampus STIKOM mengklarifikasi bahwa akun media sosial yang menyebarkan foto pelaksanaan Ospek dengan mengenakan noken bermotif bintang kejora bukanlah Mahasiswa Stikom dan bukan pula panitia Ospek Pihak Kampus STIKOM. Tak hanya itu, Ketua BEM Stikom Muhammadiyah Jayapura Arnoldus Bame juga menegaskan bahwa panitia tidak mewajibkan penggunaan lambang bintang kejora. “Mereka bawa sendiri (noken Bintang Kejora, Red) tak ada panitia yang menyuruh dan bukan panitia yang sebarkan ke medsos juga,” jelas Arnold
Pada pemeriksaan, polisi menyayangkan bahwa pihak berwenang dalam OSPEK tidak memberikan tindakan pada mahasiswa baru yang menggunakan lambang separatis yang dapat memecah belah bangsa.

“Untuk sementara informasi dari mereka bahwa memang diwajibkan pakai noken, tapi tidak bercorak bintang kejora, tetapi menjadi pertanyaan, kenapa yang bercorak bintang kejora dalam PKKMB itu tidak dilarang? Kita lihat nanti dari hasil pemeriksaan Satuan Reskrim. Kami tidak tahan mereka. Dimintai keterangan dan baru saja selesai dan sudah dipulangkan” Terang Kapolres Gustav R Urbinas.

Penangkapan hanya bertujuan untuk mengambil keterangan saja sehingga pada malam hari langsung dibebaskan. Berikut nama-nama yang di tangkap Polres Kota Jayapura meminta keterangan dan telah dipulangkan :
Arnol Bame (Ketua Bem STIKOM)
Fransiskus Bame (Ketua Panitia PKKMB STIKOM)
Kamaliel pahabol (Wakil Bem STIKOM)
Yutinus murib (Anggota Panitia PKKMB STIKOM)

Ketua STIKOM Muhammadiyah , Dr. Ir. H. Muhammad Nurjaya, M.Si bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikom dalam jumpa pers sepakat menyampaikan, kejadian tersebut bukan bagian dari rencana Stikom maupun panitia ospek..
Secara logika, anak muda memang yang paling mudah disusupi doktrin karena masih dalam proses pencarian jati diri & terbuka terhadap semua hal baru. Sehingga begitu mudah disusupi dengan propaganda separatis yang memiliki kepentingan untuk membebaskan Papua.

Kejadian penggunaan noken bercorak Papua Merdeka di OSPEK oleh 24 mahasiswa baru ini lagi-lagi mengingatkan kita pada kekhawatiran Sukarno terhadap masa depan bangsa Indonesia.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
― Sukarno

Perjuangan saat ini lebih sulit karena melawan anak mudanya sendiri. Bangsa besar ini terdiri dari 17,504 pulau, 1,340 suku, dan 742 bahasa. Didirikan dengan Pancasila dengan asas Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan kitalah yang membuat bangsa ini besar dan satu. Dan pemimpin bangsa ini kelak adalah anak mudanya. Adalah tanggung jawab kita agar anak muda jangan mudah terhasut oleh doktrin separatis.

 

Sumber:

Bayage, A. (2018, August 28). Empat Mahasiswa Stikom yang Ditahan telah Dipulangkan . Retrieved from SuaraPapua .com: https://suarapapua .com/2018/08/28/empat-mahasiswa-stikom-yang-ditahan-telah-dipulangkan/

Nusantara Terkini. (2018, August 30). Ini Klarifikasi Ketua Stikom Dan BEM Soal Noken BK. Retrieved from Nusantara Terkini: http://www.nusantaraterkini .com/ketua-stikom-jayapura-dan-ketua-bem-klarifikasi-soal-noken-bermotif-bk/

PapuaLives.com. (2018, August 29). Kadepa : Ketua BEM dan Panitia PKKMB Stikom Jayapura Sudah dipulangkan. Retrieved from PapuaLives .com: http://www.papualives .com/kadepaketua-bem-dan-panitia-pkkmb-stikom-jayapura-sudah-dipulangkan/

Faisal. (2018, August 30). Ketua STIKOM Jayapura Dan Ketua BEM Klarifikasi Soal Noken Bermotif Bintang Kejora. Retrieved from WartaKini .co: https://www.wartakini .co/2018/08/ketua-stikom-jayapura-dan-ketua-bem-klarifikasi-soal-noken-bermotif-bintang-kejora-2/

KabarPapua.co. (2018, August 29). Stikom Muhammadiyah Jayapura Klarifikasi Atribut BK di Kegiatan Ospek. Retrieved from KabarPapua.co: https://kabarpapua .co/stikom-muhammadiyah-jayapura-klarifikasi-atribut-bk-di-kegiatan-ospek/

Rumbiak, J. (2018, August 30). Stikom Muhammadiyah Jayapura Klarifikasi Atribut BK di Kegiatan Ospek. Retrieved from Papua Today: http://papuatoday .id/2018/08/30/stikom-muhammadiyah-jayapura-klarifikasi-atribut-bk-di-kegiatan-ospek/

Share Now!