Home Info Pemuda Papua yang berhasil ketemu bahkan bekerja untuk Presiden RI

Pemuda Papua yang berhasil ketemu bahkan bekerja untuk Presiden RI

320

Pernah kebayang ga menjadi satu dari sedikit orang yang bisa berinteraksi langsung dengan Presiden Republik Indonesia? Ini dia putra Papua yang berhasil mencetak sejarah bagi Papua dan membuktikan bahwa provinsi terbesar di Indonesia itu nggak terisolasi dan dinomorduakan seperti yang selama ini biasa orang bilang.

Kombes Johnny Edison Isir

Putra Papua yang satu ini berhasil menjadi Aide De Camp (ADC) atau ajudan pengawal pribadi Presiden yang berasal dari Papua untuk pertama kali. Presiden Joko Widodo memilih Johnny secara langsung atas rekomendasi Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Putra Papua kelahiran 1975 ini juga merupakan putra Papua pertama yang masuk akademi kepolisian. Sebelum menjadi ajudan pribadi presiden Jokowi kayak sekarang, Johnny pernah menjadi Wadir Reskrimum Polda Banten juga Direktur Reskrimsus Polda Riau. Pemuda kelulusan University of Wollongong, Australia ini juga merupakan pemegang penghargaan Satya Lencana Dharma Seroja tahun 2005 dan pernah pula tergabung dalam Satgas BBM Ilegal BAtam dan menjabat sebagai Kasatgas Anti Korupsi Polda Papua. Wah banyak sekali ya pengabdian Pak Johnny untuk Indonesia.

Ada hal unik nih yang terjadi saat Presiden Jokowi sedang mencari ajudan pribadi. Tito Karnavian yang saat itu sudah memilih nama-nama yang dijadikan kandidat ajudan langsung membatalkan pilihan sebelumnya. Jokowi malah lebih memilih pemuda asal Jayapura itu untuk dijadikan ajudan pribadinya.

“Ya saya pilih dia” kata Jokowi waktu itu.

Menjadi ajudan bukan hal yang gampang, lho. Apalagi menjadi ajudan pribadi seorang presiden. Selain harus punya skill dan kecerdasan yang mumpuni juga harus mendapatkan ‘click!’ dari sang presiden. Wah bangga sekali ya!

Letnan Satu Arh Daud Yanggroseray

Daud Yanggroseray, pemuda kelahiran Jayapura yang dapat kepercayaan menjadi anggota Pengamanan pribadi (Pampri) Presiden Yudhoyono di tahun 2013. Awal mula dirinya ditarik ikut seleksi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersama para prajurit dari seluruh Indonesia dan kemudian lolos dalam setiap seleksi. Seleksinya nggak main-main dan setiap calon paspampres harus bisa memenuhi kriteria loyalitas, kesetiaan, kecerdasan, dan kesigapan. Daud sebagai pampri merupakan bagian dari petugas yang mengamankan presiden dari jarak dekat. Wah kebayang dong, gimana hebatnya bisa dekat dengan Pak SBY saat ia masih menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Besar kebanggaan ketika masuk di Pasukan Pengaman Presiden, tugas yang mulia dan kebanggaan yang tinggi saya bergabung bersama rekan-rekan dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, berkumpul disini untuk menjaga keamanan presiden” katanya saat diwawancara di sela kesibukan Daud waktu itu.

Nggak ada perbedaan peluang untuk putra-putri Papua yang ingin menjadi paspampres dan pengaman pribadi Presiden Indonesia. Kesempatan terbuka lebar bagi putra-putri asal Papua, sama seperti peluang putra-putri daerah lain.

“Untuk adik-adik saya di Papua, bukan kita di ujung timur menghambat kita untuk maju bergabung dengan rekan-rekan kita lainnya yang ada di Pulau Jawa” kata Daud dalam sebuah wawancara bersama antaranews.com

Begitu pesan Daud untuk pemuda-pemudi Papua, rasa cinta dan pengabdiannya terhadap Indonesia serta ingin membuat tanah Papua bangga telah mengantarkannya untuk menjadi tim pengamanan presiden. Jadi, gimana, apakah kamu punya minat untuk menjadi bagian dari tim pengamanan presiden Indonesia?

Briand F. Felle

Briand masih seorang siswa di tahun 2015. Ia sebelumnya nggak pernah menyangka kalau dirinya akan menjadi salah satu tim Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus di Halaman Istana Merdeka di tahun 2015 lalu. Saat ditemui usai mengibarkan bendera, ia mengaku bangga jadi pemuda asal Papua kedua yang berhasil menjadi pengerek bendera di Istana Negara.

“Perasaannya bangga. Karena dari provinsi Papua baru sekali dan saya yang kedua. Jadi, rasa bangga itu sangat besar sekal untuk mewakili provinsi Papua” kata Briand.

Ia merasa bersyukur karena nggak membuat kesalahan saat memasangkan Bendera Merah-Putih ke tali dan melihat bendera terbentang dengan sempurna. Ia mengaku sempat deg-degan saat memulai untuk mengerek bendera. Tapi, ia harus fokus untuk mengibarkan bendera karena jaraknya hanya terpisah beberapa meter aja dengan Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Karena gimana pun apa yang sedang Briand lakukan saat itu adalah rasa cintanya terhadap NKRI sehingga ia nggak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.

Wah, kebayang ya menjadi orang yang paling sangat diperhatikan presiden dalam hajat spesialnya Indonesia.

Share Now!