Home Info Ngeri! Kelompok Papua Barat Merdeka lagi-lagi Bikin Takut Warga Papua

Ngeri! Kelompok Papua Barat Merdeka lagi-lagi Bikin Takut Warga Papua

45

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau lebih dikenal dengan nama OPM (Organisasi Papua Merdeka) baru saja membuat ulah lagi. Kali ini korbannya adalah tukang ojek di Lanny Jaya.

KKB atau OPM menembak mati seorang tukang ojek, Yanmar (42 tahun), pada 2 November 2018 dengan dalih bahwa mereka mencurigainya sebagai mata-mata polisi Indonesia. Padahal, korban hanyalah seorang migran biasa dari Sulawesi.
Tidak berhenti sampai disitu, OPM dibawah pimpinan Puron Wenda melarang warga mengevakuasi mayat korban dan menjadikan korban sebagai perangkap untuk menyerang polisi.

Tahu bahwa TNI dan Polri akan turun pada 3 November 2018, OPM menjadikan momen evakuasi Yanmar sebagai momen untuk menyerang TNI dan Polri yang mengakibatkan baku tembak selama 7 jam di Popome, Papua.

Hasilnya tim gabungan TNI dan Polri Indonesia berhasil merebut dua senjata api yang sempat dirampas OPM dan dua anak buah OPM Puron Wenda tewas.
Adapun dua anggota KKB yang tewas saat kontak tembak dengan tim gabungan TNI-Polri adalah Gomes dan Kulomabuk.
“Khusus Kulomabuk terlibat dalam aksi penyerangan Polres Pirime tahun 2012 lalu yang menewaskan tiga anggota polsek termasuk Kapolsek Pirime Ipda Rofli Takubesi,” kata Kombes Kamal.

Kombes Ahmad Kamal mengatakan, kedua senjata api yang berhasil direbut adalah senapan serbu/SS 1 dan satu pucuk senjata api jenis jungle/US Carabine beserta 341 butir peluru berbagai jenis.

“Kedua senjata api itu diduga merupakan hasil rampasan dari Polsek Pirime,” ujar Kamal.
Selain dua jenis senjata api yang berhasil diamankan aparat, ada juga jenis-jenis senjata lain yang biasa digunakan anggota OPM saat melakukan serangan di Papua Barat.

Rata-rata anggota OPM ini menggunakan senjata rakitan dan hasil rampasan dari TNI/Polri. Berikut beberapa senjata OPM yang pernah tertangkap kamera:

1. M-16
Terlihat beberapa anggota kelompok gerakan bersenjata Papua menyandang M-16. Varian yang sering digunakan adalah M-16A1. Senjata buatan Amerika Serikat ini digunakan sejak era Perang Vietnam dan merupakan salah satu senapan serbu paling terkenal di dunia. M-16 menggunakan peluru kaliber 5,56 mm. Jarak efektif tembakan sekitar 500-800 meter. Namun peluru bisa mencapai jarak 3.000 meter. Tak kurang dari 80 negara pernah atau masih menggunakan M-16 sebagai senapan standar untuk para prajuritnya.

2. AK-47 dan AK-74
AK-47 dan berbagai varian seperti AK-74 juga tampak dalam beberapa foto gerakan bersenjata di Papua. Senjata bermagasen melengkung khas rancangan Kalashnikov ini sepertinya menjadi senapan wajib dalam setiap konflik bersenjata. Mulai dari Afrika, Eropa, Timur Tengah hingga Asia Tenggara.
AK-47 dikenal bandel dan mudah dirawat. Terendam air, atau masuk lumpur tak pernah jadi masalah. Daya pukulnya juga besar dengan kaliber 7.62 mm. Namun akurasinya masih di bawah M-16. Terutama untuk target di atas 400 meter.

3. Senapan mesin PKM
Tak cuma senapan serbu perorangan, terlihat beberapa foto langka anggota kelompok kriminal bersenjata di Papua, menyandang senapan mesin. Salah satunya adalah senapan mesin regu PKM buatan Rusia. Senapan mesin PKM mampu memberondong peluru 650 per menit. Jarak efektif tembakan rata-rata 1.000 meter. Namun mampu mencapai 3,8 km.

PKM menggunakan peluru kaliber 7,62 mm. Sudah teruji di berbagai konflik dunia dan menjadi senapan mesin andalan Blok Timur di masa lalu.

4. Steyr AUG
Kelompok bersenjata di Papua memiliki Steyr AUG yang mereka rampas dari anggota Brimob Polri. Senjata itu pula yang digunakan oleh kelompok Sabinus Walker saat menembak mati seorang anggota Brimob tahun 2015. Kesimpulan itu didapat polisi dari perkiraan jarak tembak.
Steyr AUG memiliki teleskop yang bisa digunakan untuk membidik dari jarak jauh. Jarak efektif tembakan mencapai 500 meter. Senjata ini kerap digunakan Brimob dalam latihan tembak reaksi dan berbagai misi.

Bobot kosong senapan buatan Austria ini cuma 3,6 kg dengan tampilan yang ringkas. Tak heran Steyr AUG digunakan sebagai andalan banyak pasukan khusus di dunia. Senjata ini juga digunakan di Austria, Irlandia, Italia, Turki, hingga Australia dan Malaysia.
Melihat senjata yang digunakan OPM/KSB, wajar bahwa tindakan OPM/KSB setara terorisme dan wajib diamankan oleh pihak keamanan Indonesia.

Share Now!