Home Papua Only Yohana, perempuan adidaya dari Papua

Yohana, perempuan adidaya dari Papua

39

Berasal dari Manokwari, Yohana Yembise adalah perempuan Papua pertama yang menjadi guru besar dan menjadi menteri perempuan pertama yang berasal dari Papua. Dirinya saat ini dipercaya Jokowi sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Setelah sebelumnya, perempuan ini menjadi profesor doktor di Universitas Cenderawasih, Papua.

Yohana kecil memulai pendidikan dasar di Sekolah Dasar Padang Bulan Jayapura di tahun 1971. Lalu kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Nabire dan selesai di tahun 1974. Ia melanjutkan pendidikannya dan menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Negeri Persiapan Nabire. Menghabiskan total 27 tahun untuk menempuh pendidikan, Yohana terhitung sebagai perempuan Papua istimewa karena dapat menempuh pendidikan hingga ke jenjang doktor, yang merupakan hal langka yang bisa dijamah oleh perempuan Papua. Tidak hanya itu, selepasnya ia dari sekolah, ia memulai karir di bidang pendidikan dengan menjadi asisten dosen di bidang bahasa dan seni di Universitas Cenderawasih sejak tahun 1983-1986. Berawal dari karirnya itulah kemudian ia dikukuhkan menjadi profesor doktor oleh Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura. Ia juga pernah dipercaya menjadi Kepala Laboratorium Bahasa serta pernah menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai di tahun 1984.

Yohana Yembise vokal menyuarakan kebebasan dan kebangkitan perempuan. Di akun pribadinya di twitter ia dengan tegas mengatakan permasalahan yang terjadi di Papua berkaitan dengan adat istiadat, kultur, dan budaya yang memposisikan perempuan dan anak di posisi yang lemah. Tidak ada prioritas untuk pendidikan bagi anak-anak di Papua, serta eksploitasi hak perempuan untuk sejajar dalam hal-hal tertentu karena adanya ‘pembungkaman’ perempuan melalui ikatan pernikahan. Melihat kondisi tersebut, dirinya berjanji untuk sebisa mungkin menciptakan solusi bagi masalah yang terjadi.

Cuitannya di tahun 2014 dibuktikan di tahun 2017 saat dirinya menerima penghargaan Simon Fraser University Outstanding Alumni Awards di bidang pelayanan publik.

“Khususnya perempuan Papua agar terus bangkit dan pantang menyerah menggapai cita-cita” ucapnya lantang.

Menteri Yohana mendapatkan penghargaannya karena dinilai berhasil menepis mitos di seputar keterbatasan gender. Dalam pemerintahan, program Menteri Yohana yang dianggap berhasil oleh Universitas Simon Fraser adalah pemetaan masalah perempuan dan anak, inisiatif untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, penyelundupan perempuan dan menghilangkan tantangan ekonomi bagi perempuan serta pengembangan kota ramah anak.

“Doktor Yembise telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui advokasi akses pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial,” kata Profesor Andrew Petter, Rektor Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Rabu, 12 September 2017.

Pemberian penghargaan ini bukan semata-mata karena Yohana merupakan alumni Universitas Simon Fraser, namun merupakan pengakuan terhadap berbagai inisiatif Pemerintah Indonesia dalam mengedepankan kesetaraan gender dan perlindungan anak.

Source: https://dunia.tempo .co/read/909314/menteri.-yohana-yembise-terima-penghargaan-dari-usf-kanada/full&view=ok
https://www.viva .co.id/siapa/read/117-prof-dr-yohana-susana-yembise-dip-apling-ma
https://id.wikipedia .org/wiki/Yohana_Yembise

Share Now!