Home Info Tuntut Merdeka, begini kondisi Papua Barat setelah serangan OPM

Tuntut Merdeka, begini kondisi Papua Barat setelah serangan OPM

5241

Pernyataan OPM mengenai kasus pembantaian 31 orang di Nduga

Dalam banyak wawancaranya bersama media nasional, Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat membenarkan bahwa kelompoknya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua. Sebby mengaku bahwa alasan melakukan penembakan terhadap 31 orang warga sipil itu adalah untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat.

Organisasi Papua Merdeka yang menamakan diri mereka sebagai tentara pembebasan nasional Papua Barat mengaku telah merencanakan pembunuhan ini sejak tiga bulan sebelumnya karena kelompok ini tidak setuju dengan pembangunan jalan trans Papua yang sedang dilaksanakan.

Secara tegas, Sebby Sambom mengatakan bahwa organisasinya itu sengaja menghalangi pembangunan jalan trans Papua yang digawangi oleh militer Indonesia dan menuding bahwa kehadiran jalan Trans Papua hanya akan digunakan militer Indonesia untuk mempermudah menjajah Papua Barat. OPM bahkan mengaku tidak bersalah dan bersikeras bahwa yang mereka habisi adalah tentara Indonesia dan bukan warga sipil.

Seolah mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi di Papua Barat, melalui tempat yang berbeda Benny Wenda, ketua United Liberation Movement for West Papua mengatakan bahwa OPM tidak bisa disalahkan dan tidak bisa dicap kriminal terkait dengan kasus penembakan di Nduga itu. Menurutnya, OPM melakukan upaya gangguan pembangunan di Papua itu agar masyarakat Papua tidak semakin teguh dan setia terhadap Indonesia.

19 korban pembantaian adalah masyarakat sipil

Saat melakukan penembakan di Nduga, OPM bersikeras bahwa yang diserang merupakan militer dan bukan warga sipil. Pihak militer akhirnya memverifikasi status korban setelah evakuasi 17 jenazah selesai dilakukan dan telah dikembalikan ke keluarga masing-masing ke Sulawesi. Korban-korban ini murni merupakan warga sipil dan bukan militer Indonesia.

Dua korban meninggal hingga kini masih masuk dalam daftar pencarian polisi. Bukan hanya itu, dua orang korban yang berhasil melarikan diri hingga saat ini belum ditemukan oleh pihak kepolisian. Polisi menduga bahwa kedua orang ini masih hidup.

Bukan hanya warga sipil yang menjadi korban, tepat setelah membantai secara brutal 25 orang pegawai PT. Istaka Karya, kelompok separatis ini bergerak menuju Mbua, menghancurkan pos yang sengaja dibangun untuk melindungi pegawai yang bekerja membangun jembatan Trans Papua dan menewaskan satu orang brimob yang saat itu berusaha menghentikan aksi pengrusakan oleh OPM.

Imbas penembakan ini dirasakan bukan hanya pada para pegawai korban pembunuhan dan aparat keamanan saja, namun juga pada warga Mbua, Yall dan Yigi yang melarikan diri untuk berlindung masuk ke dalam hutan yang tidak ingin terlibat konflik antara TNI dan OPM.

Hal ini dikarenakan OPM yang hingga kini menerapkan sistem menyerang dan bersembunyi saat setelah melakukan kekerasan selalu bersembunyi di desa-desa dan mengancam untuk tidak memberitahukan keberadaan OPM yang mudah sekali berbaur dengan warga.

Dilaporkan ada 5 suku yang telah mengungsi ke hutan. Kurang lebih sekitar 780 kepala keluarga atau 1500 orang yang memilih mengamankan diri ke dalam hutan. Seminggu setelah kejadian penembakan, kini situasi di Distrik Mbua pasca penyerangan kelompok pemberontak terhadap pos TNI sudah mulai berangsur normal kembali. Kegiatan sosial dan ekonomi juga sudah mulai berjalan normal. Sedangkan di Yigi, situasi kampung masih sepi dan hanya menyisakan beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

Untuk meminta kemerdekaan, OPM berani melakukan hal ilegal sekalipun menyakiti warga sipil. Jauh berbeda dengan yang diucapkan Sebby Sambon dan Benny Wenda terkait bahwa OPM bukan kriminal dan tidak pernah menyerang warga sipil. Sekarang bagaimana Sebby Sambom serta kelompoknya bertanggungjawab atas perampasan Hak Asasi Warga Sipil di Papua Barat?

Source:
http://beritajatim .com/politik_pemerintahan/346374/peliknya_perang_gerilya_di_papua.html
https://www.goriau .com/serbaserbi/4-korban-pembantaian-kkb-belum-ditemukan-2-diduga-masih-hidup.html
https://www.jawapos .com/nasional/hukum-kriminal/10/12/2018/kksb-papua-dinilai-langgar-janji-ini-buktinya
https://www.suara .com/news/2018/12/10/063617/insiden-penembakan-di-trans-papua-ratusan-warga-nduga-mengungsi-ke-hutan

Share Now!